![]() |
| Petugas BPKPD Sragen bersama Samsat melakukan pengecekan pajak kendaraan dalam kegiatan Gadis Pantura di SMAN 1 Sragen |
Sejumlah personil dari tim gabungan melakukan pengecekan Pajak
Kendaraan Bermotor (PKB) terhadap kendaraan milik siswa maupun tenaga pendidik
yang terparkir di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya
edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda, terkait pentingnya
kepatuhan pajak.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, tercatat sebanyak
597 unit sepeda motor dan 7 unit mobil diperiksa. Dari jumlah tersebut, 61
kendaraan diketahui belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak dan langsung
ditempeli stiker sebagai bentuk pengingat.
Stiker tersebut berfungsi sebagai notifikasi bahwa kendaraan
bersangkutan belum melunasi PKB, sekaligus imbauan agar pemilik segera
melakukan pembayaran. Pendekatan ini dinilai efektif karena bersifat persuasif
namun tetap memberikan efek perhatian di ruang publik.
Pihak penyelenggara menegaskan, kegiatan Gadis Pantura ini
bukan merupakan bentuk penindakan atau razia, melainkan murni upaya edukasi
kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, diharapkan muncul kesadaran sukarela
untuk memenuhi kewajiban pajak tanpa adanya unsur paksaan.
Kepala Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan Daerah
BPKPD Sragen, Nuryahman Hartono, ST, MSI, menyampaikan bahwa pendekatan
edukatif menjadi kunci dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat. “Kami ingin
membangun kesadaran dari dalam, bukan karena takut sanksi. Dengan menyasar
lingkungan sekolah, kami berharap pesan tentang pentingnya membayar pajak bisa
tersampaikan lebih luas, termasuk kepada keluarga para siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk
mendekatkan pelayanan publik sekaligus memberikan informasi yang benar terkait
kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor. “Harapannya, masyarakat semakin memahami
bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali untuk pembangunan daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Sragen menyampaikan,
kegiatan GADIS PANTURA merupakan upaya meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak
kendaraan bermotor melalui pengecekan langsung di lingkungan instansi serta
edukasi kepada masyarakat, termasuk generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami
ingin siswa memahami pentingnya pajak kendaraan, termasuk jatuh tempo
pembayaran tahunan maupun perpanjangan STNK lima tahunan,” katanya.
Pelaksanaan Gadis Pantura di SMAN 1 Sragen juga mendapat
dukungan penuh dari pihak sekolah. Kegiatan ini sebelumnya telah dijadwalkan
sebagai bagian dari program sosialisasi dan edukasi pajak daerah kepada
masyarakat .
Kegiatan serupa juga telah digelar di sejumlah
sekolah di Kabupaten Sragen, di antaranya di SMAN 2 dan SMAN 3 Sragen.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah
daerah dalam memperluas jangkauan edukasi pajak hingga ke lingkungan
pendidikan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap kesadaran
membayar pajak tidak hanya tumbuh di kalangan orang tua, tetapi juga mulai
dipahami oleh pelajar sebagai generasi penerus. Edukasi sejak dini dinilai
penting untuk membangun budaya taat pajak yang berkelanjutan.
Selain itu, keberadaan Gadis Pantura di lingkungan sekolah
juga menjadi momentum untuk mendekatkan layanan publik dengan masyarakat. Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan warga dalam
mendukung optimalisasi pendapatan daerah. (N.Hart - Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan Daerah - BPKPD Sragen)

Posting Komentar untuk "Gadis Pantura Sambangi SMAN 1 Sragen, Ratusan Kendaraan Dicek, Puluhan Ditempeli Stiker Pajak"